SiteSulut.com-Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Berty Kapojos S.Sos, kembali turun ke lapangan untuk menjemput aspirasi masyarakat.

Kali ini, politisi senior PDI Perjuangan tersebut menggelar reses masa persidangan pertama tahun 2026 di Desa Wisata Darunu, Kabupaten Minahasa Utara, pada Selasa (31/3/2026).

Pantauan di lokasi, kedatangan Berty disambut antusias oleh warga. Tepuk tangan riuh pecah saat pimpinan Komisi III ini tiba di tengah-tengah masyarakat untuk mendengarkan langsung keluhan serta kebutuhan warga di pesisir Minut tersebut.

Hukum Tua Desa Darunu, Ruddy Bee Jee Jacobus, mengungkapkan rasa syukurnya atas kunjungan ini.

Menurutnya, kehadiran Berty Kapojos merupakan angin segar bagi warga yang selama ini menantikan perbaikan infrastruktur dan bantuan sarana prasarana.

Dalam sesi tanya jawab, warga menyampaikan sederet usulan penting yang menyentuh berbagai sektor, antara lain , pengadaan rumpon untuk membantu produktivitas nelayan, perbaikan bak penampung air bersih yang rusak akibat longsor, pembuatan sumur bor, pemasangan jalan paving dan pembangunan jalan perkebunan di Desa Bulo serta akses jalan produksi lainnya.

“Selain itu, pengadaan bank sampah, lampu penerangan jalan (Penerangan Jalan Umum), hingga sarana pendidikan.

​Menanggapi rentetan usulan tersebut, Berty Kapojos menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap poin aspirasi agar masuk dalam skema penganggaran pemerintah.

“Hasil reses yang kita dapatkan hari ini akan segera kita masukkan untuk diusulkan pada APBD tahun 2027,” tegas Berty di hadapan konstituennya.

​Ia menjelaskan bahwa, momen reses kali ini sangat strategis karena bertepatan dengan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Hal ini memungkinkan sebagian besar aspirasi masyarakat bisa langsung diintegrasikan ke dalam sistem perencanaan daerah secara sistematis.

​Ada yang berbeda pada reses kali ini. Berty mengungkapkan bahwa durasi kunjungan kerja lapangan anggota DPRD Sulut mengalami pemangkasan signifikan.


​”Biasanya delapan hari, namun kali ini dipangkas menjadi empat hari. Hari ini adalah hari terakhir dari rangkaian masa reses tersebut,” ungkapnya.

Meski waktu terbatas dan adanya penyesuaian anggaran, Berty memastikan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi tidak akan kendor. Ia meminta masyarakat dan tokoh pemuda proaktif melihat peluang pembangunan di desa.

“Apa yang menjadi keperluan desa, itu yang kita perjuangkan. Prinsipnya, aspirasi ini bukan hanya untuk didengar, tapi diperjuangkan agar benar-benar terlaksana. Kami tetap memprioritaskan kepentingan rakyat di atas segalanya,” tutup Berty.(vil)