SiteSulut.com-Gemuruh sorak sorai sekitar 2.000 penonton memecah kesunyian malam di Gedung Olahraga (GOR) Membara, Kelurahan Manente.
Setelah berlangsung sengit selama enam hari, Kejuaraan Tinju Amatir Piala Bupati Kepulauan Sangihe Tahun 2026 resmi berakhir pada Sabtu malam (18/04/2026).
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menutup langsung gelaran akbar ini dengan penuh antusias.
Kehadiran pemimpin milenial ini disambut gegap gempita oleh warga yang setia mengikuti prosesi penutupan hingga akhir.
Dalam sambutannya, Michael Thungari memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan ofisial yang telah berpartisipasi.
Ia secara khusus menyapa para peserta yang datang dari berbagai penjuru nusantara, mulai dari Jawa Barat, Papua, Sulawesi Tengah (Toli-Toli dan Palu), hingga Sulawesi Selatan (Maros).
Tak lupa, ia merangkul para atlet dari lokal Sulawesi Utara seperti Manado, Bolmong, Minahasa, dan Tomohon.
“Sebagai Bupati dan mewakili masyarakat Sangihe, saya menitipkan salam hormat untuk seluruh insan tinju di daerah masing-masing yang telah hadir di sini,” ujar Michael dengan nada bangga.
Meski sukses besar, Michael tetap rendah hati.
Ia menegaskan bahwa segala dinamika dan kekurangan yang terjadi selama turnamen akan menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah.
“Berbagai dinamika dan kekurangan yang terjadi selama kegiatan akan menjadi bahan evaluasi bagi kami, agar ke depan pelaksanaan event seperti ini jauh lebih baik lagi,” sambungnya.
Bupati muda ini juga melontarkan pujian kepada panitia pelaksana, Pertina Sulut, dan Pertina Sangihe yang telah bekerja keras memfasilitasi Open Turnamen Tinju Bupati Cup 2026. Menurutnya, ini adalah tonggak sejarah baru bagi dunia olahraga di Bumi Salura.
Berdasarkan hasil akhir pertandingan, Soataloara Boxing Camp (SBC) sukses mengukuhkan diri sebagai Juara Umum Pertama dengan raihan 58 poin. Disusul oleh Malinggaheng Boxing Camp di posisi kedua (52 poin), dan Sasana ERM Boxing Camp Sangihe di urutan ketiga (49 poin).
Ketua Pertina Kabupaten Kepulauan Sangihe, Denny Roy Tampi, yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Sangihe, memberikan apresiasi atas kepedulian Pemkab Sangihe terhadap pembinaan atlet. Ia menegaskan bahwa ring tinju bukan sekadar tempat baku hantam, melainkan wadah persaudaraan.
“Kejuaraan ini adalah wadah memperkuat persaudaraan sesuai moto Pertina: Satria di dalam dan di luar ring,” tegas Denny.
Ia berpesan agar para pemenang tidak cepat puas dan mereka yang kalah tidak patah arang. “Bagi yang juara teruslah berlatih jangan kendor, begitu pula bagi yang belum juara, jangan berkecil hati karena kekalahan adalah proses menuju sukses,” pungkas Bendahara Pertina Sulut tersebut.

Tinggalkan Balasan