SiteSulut.com-Mengakhiri bulan Januari sekaligus menutup rangkaian perayaan tahun baru, warga Lorong Somahe Kai Kehage, di Kelurahan Teling Bawah, menggelar acara syukuran Kunci Tahun dengan penuh khidmat, Sabtu (31/1/2026).

Acara yang dipusatkan di area lorong tersebut menjadi momentum bagi warga untuk mempererat tali persaudaraan (Somahe Kai Kehage) yang selama ini menjadi jati diri mereka.

Diawali dengan ibadah syukur sebagai bentuk ungkapan syukur terima kasih atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang lalu serta memohon perlindungan untuk menjalani tahun 2026.

Dalam khotbahnya yang dipimpin langsung oleh Pendeta Amelia Sumihe S.Th M.Ag  mengajak seluruh kerukunan Somahe Kai Kehage untuk menjalin kebersamaan di dalam kasih Yesus Kristus.

“Mari torang jaga bersama rukun yang baru dibentuk ini. Di hadapan Tuhan, torang semua yang tinggal di Lorong Somahe Kai Kehage ini adalah satu keluarga besar. Rukun ini bukan sekadar organisasi, tapi wadah kasih untuk saling menopang. Saya mengajak kita semua untuk jaga persatuan ini, karena dengan rukun yang kuat, beban seberat apa pun akan terasa ringan kalau torang pikul bersama dalam kasih Yesus Kristus,”ujarnya.

Dalam ibadah tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan rukun yang baru dibentuk Somahe Kai Kehage yang tergabung dalam lingkungan IV dan VI, Kelurahan Teling Bawah.

Sebagai ketua rukun, Fredrians Sumihe, Sekretaris Marlon Mamantung dan Bendahara Min Trisye Horohiung.

Ketua Rukun, Fredians Sumihe, menegaskan bahwa pembentukan rukun ini bertujuan agar warga rukun Somahe Kai Kehage memiliki wadah resmi untuk saling membantu, baik dalam suka maupun duka.

“Namanya sudah di lorong ini, kita semua bersaudara. Dengan rukun ini, kita bisa saling mengunjungi, menopang dan saling  menguatkan. Ke depan, kami juga sudah merencanakan untuk menggelar acara adat Tulude sebagai program kerja kami,” ungkap Pala Eddy sapaan akrabnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung acara ini, mulai dari Khadim, Lurah Teling Bawah Sandri Mozes, hingga seluruh anggota rukun yang hadir.

“Kami pengurus memohon topongan doa dari semua anggota. Hari ini adalah langkah awal untuk kita melaksanakan kegiatan adat sangihe walaupun tidak lengkap, tapi saya percaya Tahun depan torang berusaha mo beking adat Tulude atas nama warga Teling Bawah,”jelas Sumihe.

​Acara ditutup dengan sesi “makan bersama” di sepanjang lorong. Hidangan khas lokal yang disiapkan secara swadaya oleh warga dinikmati bersama tanpa sekat, mencerminkan kerukunan antar tetangga yang begitu erat.

Sebagai informasi, Somahe Kai Kehage merupakan semboyan masyarakat Sangihe yang mengandung makna filosofis mendalam: Semakin besar tantangan yang dihadapi, semakin gigih kita menghadapinya sambil memohon kekuatan dari Tuhan, maka hasil yang gilang-gemilang akan diraih.(vil)