SiteSulut.com-Di balik duka mendalam atas jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, terselip sebuah kisah keajaiban yang menggetarkan hati.
Franky D. Tanamal, seorang teknisi IAT, berhasil luput dari maut setelah memutuskan batal mengikuti penerbangan nahas tersebut demi menghadiri ibadah pagi di gereja.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut dilaporkan jatuh pada Sabtu (17/1/2026) saat melakukan misi air surveillance dari Yogyakarta menuju Makassar.
Nama Franky awalnya sempat tercatat dalam manifest keberangkatan, yang memicu kekhawatiran bahwa ia menjadi salah satu korban jiwa.
Hidup dan mati seringkali ditentukan oleh keputusan sederhana. Bagi Franky, komitmen untuk menjalankan pelayanan ibadah pagi adalah alasan utamanya meminta izin tidak ikut terbang.
Kisah ini viral setelah dibagikan oleh sahabatnya, Rumoton Sitanggang, melalui media sosial.
“Dia izin ke komandannya karena ada pelayanan ibadah. Kebetulan teknisinya teman saya yang luput dari musibah ini,” tulis Rumoton dalam unggahan yang dikutip pada Selasa (20/1/2026).
Rumoton mengekspresikan rasa syukur yang mendalam atas keselamatan sahabatnya tersebut.
“Puji Tuhan atas segala kemurahan-Nya. Sobatku luput dari musibah ini. Kami sama-sama melayani umat Tuhan untuk beribadah pagi ini,” tambahnya.
Ketidakhadiran Franky sempat menimbulkan simpang siur data pada awal evakuasi.
Pesawat jenis turboprop bermesin ganda tersebut hilang kontak sesaat sebelum mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin.
Tim SAR menemukan puing-puing pesawat di jurang curam lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, sehari setelah kejadian.
Meskipun spekulasi mengenai kerusakan teknis sempat muncul, Rumoton menegaskan bahwa pesawat dalam kondisi prima. “Pesawat tidak bermasalah. Ini murni musibah,” ujarnya menepis anggapan adanya kelalaian teknis sebelum keberangkatan.
Tragedi ini menjadi duka mendalam bagi dunia penerbangan tanah air. Namun, bagi Franky D. Tanamal, momen ini menjadi pengingat spiritual yang luar biasa tentang bagaimana sebuah ketaatan beribadah secara tidak terduga menyelamatkan nyawanya dari tragedi mematikan.(*)





Tinggalkan Balasan