SiteSulut.com- Di tengah rekam jejaknya yang membentang dari panggung kepemimpinan daerah hingga tingkat nasional, Olly Dondokambey menunjukkan teladan kerendahan hati dalam melayani.

Ketua II Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI yang juga mantan Gubernur Sulawesi Utara ini memilih untuk kembali ke akar pembinaan jemaat.
​
Olly tampak membaur bersama puluhan peserta lainnya dalam Latihan Kepemimpinan dan Kepelayanan Gereja yang digelar di Jemaat GMIM Ruth Suwaan, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (24/10/2026),

Kehadirannya bukan sebagai tamu kehormatan, melainkan sebagai bagian dari proses pembekalan calon Penatua Pria/Kaum Bapa (PKB) di aras jemaat guna memenuhi persyaratan administrasi Pelayan Khusus (Pelsus) GMIM.

​Partisipasi aktif ini menegaskan satu prinsip mendasar; di hadapan pelayanan gereja, setiap orang berdiri pada posisi yang sama.

Mekanisme pembinaan dan penggembalaan wajib dijalani oleh siapa pun, tanpa memandang jabatan struktural maupun posisi besar yang pernah atau sedang diemban di tingkat organisasi gereja maupun pemerintahan.

​Momen di GMIM Ruth Suwaan ini seketika memutar kembali guliran memori masa lalu. Seorang fasilitator mengenang kembali jejak langkah Olly pada era 1980-an ketika aktif terlibat sebagai pelaksana sekaligus peserta Latihan Kepemimpinan Pemuda (LKP) se-Wilayah Airmadidi di Jemaat GMIM Moria Kolongan bersama Pnt. Joice Worotikan.
​
Lintasan sejarah ini memperlihatkan konsistensi panjang bahwa pengabdian Olly tidak lahir dalam semalam, melainkan bertumbuh secara organik dari bawah, merintis langkah pelayanan dari tingkat kolom dan jemaat lokal.

​Bagi GMIM, basis pelayanan sejatinya berakar di tengah jemaat dan kolom. Sebelum memikul tanggung jawab besar di aras wilayah, sinode, hingga nasional, setiap pelayan dituntut untuk terus berakar, bertumbuh, dan mendengar denyut nadi kehidupan umatnya.

​Langkah nyata Olly Dondokambey yang dijuluki oleh masyarakat Sulawesi Utara bapak Pembangunan mengirimkan pesan moral yang kuat, jabatan tinggi boleh berganti, namun semangat melayani, kerundukan untuk terus dibina, dan kesetiaan berpijak dari rumput jemaat adalah esensi sejati dari seorang pelayan Tuhan.(vil/*)