SiteSulut.com-Pesawat Smart Air tipe Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS melakukan pendaratan darurat di kawasan pantai Logpond Kaladiri, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Selasa, 27 Januari 2026.
Gangguan pada mesin (engine) diduga menjadi penyebab utama insiden yang terjadi sekitar pukul 12.45 WIT tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut sedianya melayani rute penerbangan subsidi dari Nabire menuju Kaimana. Namun, tak lama setelah lepas landas, pilot mendeteksi adanya kendala teknis.
”Berdasarkan laporan awal yang diterima, pesawat mengalami gangguan pada engine,” kata Lukman dalam keterangan tertulisnya, Selasa.
Lukman menjelaskan, Pilot in Command (PIC) Captain Tania K sempat mengambil keputusan untuk kembali ke bandara asal atau Return to Base (RTB). Namun, kondisi mesin yang terus memburuk membuat opsi tersebut sulit dilakukan.
“Dikarenakan thrust power semakin turun, PIC memutuskan mendarat darurat di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure,” ujar Lukman.
Saat ini, petugas sedang berupaya melakukan penarikan badan pesawat ke area pantai. Lukman memastikan bahwa seluruh pihak terkait, mulai dari operator penerbangan, TNI, hingga kepolisian, terus berkoordinasi intensif untuk mengendalikan situasi di lapangan.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, menyatakan bahwa pesawat tersebut membawa 13 penumpang dan 2 orang kru.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.
“Dalam peristiwa tersebut seluruh penumpang dan kru pesawat dilaporkan selamat, dan tidak terdapat korban jiwa,” kata Samuel kepada awak media. Menurut dia, seluruh korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian menuju terminal bandara untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Terkait penyebab pasti kecelakaan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada otoritas terkait.
“Untuk mengetahui penyebab accident ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi,” tutur Lukman.
Pihak Kemenhub juga menegaskan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap maskapai untuk memastikan standar keselamatan penerbangan tetap terjaga, terutama pada rute-rute perintis di wilayah Papua.(*)

Tinggalkan Balasan