Foto : Michaela Elsiana Paruntu (MEP)
MANADO – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Utara yang diprediksi akan digelar akhir Januari atau awal Februari 2026, arus dukungan terhadap Michaela Elsiana Paruntu (MEP) semakin tak terbendung.
MEP dinilai sebagai figur tunggal yang paling tepat untuk menakhodai “Beringin Sulut” menuju kejayaan di masa depan.
Dukungan ini mencuat dalam pertemuan konsolidasi sejumlah Ketua DPD II kabupaten/kota di Swiss-Belhotel, Selasa (20/1/2026).
Para pemilik suara (voters) menilai MEP memiliki kombinasi kualifikasi yang jarang dimiliki figur lain.
Ketua Golkar Minut, Edwin Nelwan, menegaskan bahwa posisi MEP sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut adalah modal politik yang sangat besar.
Menurutnya, Golkar memerlukan pemimpin yang mampu membangun komunikasi harmonis dengan pemerintah daerah namun tetap kritis dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Mika punya komunikasi yang sangat baik dengan Gubernur maupun pusat, khususnya Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Ini penting agar program partai bisa berjalan selaras dengan kebijakan pembangunan di daerah. Beliau adalah figur paket komplit,” ujar Nelwan.
Selain kapasitas politik, karakter personal MEP juga menjadi magnet bagi para pendukungnya.
Ia dikenal sebagai sosok yang inklusif dan aktif dalam kegiatan religius sebagai Penatua Remaja, yang membuatnya sangat diterima di kalangan akar rumput.
“Beliau yang paripurna dan sebagai pelayan Tuhan, MEP memiliki integritas dan kedekatan emosional dengan masyarakat. Ini yang dibutuhkan untuk menjalankan roda konsolidasi partai di Sulawesi Utara agar Golkar tetap dicintai rakyat,” tambah kader senior, Damopolii.
Banyak pihak menilai MEP adalah sosok yang tepat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) demi menjaga soliditas internal partai yang selama ini sudah terjaga dengan baik.
Bahkan, mencuat spekulasi bahwa MEP berpeluang besar menang secara aklamasi dalam Musda mendatang.
Menanggapi besarnya dukungan tersebut, MEP menyatakan kesiapannya jika dipercaya oleh para pemilik suara dan DPP.
Namun, ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap instruksi pusat.
“Terima kasih atas kepercayaan dari mayoritas DPD II, ormas, dan sayap partai. Sebagai kader, saya selalu tertib dan tegak lurus pada arahan Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Fokus kita adalah membesarkan Partai Golkar di Sulawesi Utara,” tutur MEP dengan rendah hati.
Dengan jadwal Musda yang semakin dekat, posisi MEP kini berada di atas angin sebagai calon kuat pemegang tongkat komando Partai Golkar Sulut periode berikutnya.(vil)





Tinggalkan Balasan