SiteSulut.com-Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, membawa sederet persoalan penting wilayah perbatasan dalam forum Rembuk dan Bincang Otonomi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (11/3/2026).

Dalam kegiatan yang digelar secara daring oleh Dirjen Otonomi Daerah tersebut, Welly yang didampingi Sekretaris Daerah, Yohanis Kamagi memaparkan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat di beranda utara Indonesia.

Bupati memaparkan sejumlah kondisi yang sedang dihadapi oleh Kabupaten Kepulauan Talaud, khususnya terkait krisis listrik yang masih dirasakan masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa ketersediaan listrik yang stabil sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan pentingnya rehabilitasi sejumlah pelabuhan yang menjadi akses utama transportasi laut bagi masyarakat Talaud. Menurutnya, pelabuhan yang memadai sangat diperlukan untuk mendukung mobilitas orang dan barang serta memperlancar distribusi logistik antar pulau.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyoroti kebutuhan jaringan internet di wilayah Talaud dan berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat agar infrastruktur telekomunikasi dapat ditingkatkan sehingga masyarakat dapat menikmati akses internet yang lebih baik untuk pendidikan, pelayanan publik, dan pengembangan ekonomi digital.

“Melalui rembuk dan bincang otonomi daerah ini, Bupati berharap aspirasi dan kebutuhan daerah perbatasan seperti Talaud dapat menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga pembangunan di wilayah kepulauan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan,”ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan Rembuk dan Bincang Otonomi Daerah ini memang didesain sebagai jembatan komunikasi antara kepala daerah dan Kemendagri.

Melalui paparan ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud berharap ada langkah konkret dari pemerintah pusat agar ketimpangan infrastruktur di wilayah perbatasan dapat segera teratasi,”pungkasnya.(vil)