SiteSulut.com, Talaud – Persoalan gangguan kelistrikan yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Tampan Amma, Kabupaten Kepulauan Talaud, dalam sepekan terakhir mendapat perhatian serius dari legislator vokal, Dona Framita Tine.

Dona yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD Talaud secara aktif menyuarakan aspirasi masyarakat terkait kondisi pemadaman yang sering dikeluhkan warga.

Selain menuntut peningkatan kinerja dan pelayanan optimal dari PLN, Dona juga mengimbau kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga keandalan jaringan listrik, khususnya terkait pepohonan di sekitar pemukiman.
​
“Selain kita mengharapkan kinerja yang baik dari pihak PLN, di samping itu kamipun meminta perhatian masyarakat terkait pohon-pohon, terlebih yang dilewati oleh kabel PLN. Apabila dahannya mulai tinggi dan menyentuh kabel, segera hubungi kantor pelayanan PLN terdekat untuk minta segera dipangkas sebelum itu menyebabkan permasalahan,” ujar Dona, Jumat (6/11/2026).

Dona pun berharap kondisi kelistrikan di wilayah Tampan Amma dan sekitarnya bisa segera pulih dan membaik.

​Menanggapi hal tersebut, pihak PLN ULP Melonguane memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan yang berujung pada pemadaman berulang, bahkan sempat memicu blackout atau padam total pada seluruh Sistem Kelistrikan Melonguane sebanyak dua kali.
​
Berdasarkan pembacaan sistem proteksi, gangguan terdeteksi pada jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV.

Setiap kali laporan masuk, petugas piket PLN di wilayah Rainis langsung bergerak cepat melakukan penelusuran lapangan guna mengidentifikasi penyebab sebelum menormalisasi aliran listrik.

​Dari hasil penelusuran, akar permasalahan utama di lapangan adalah faktor alam dan lingkungan, di mana daun kelapa dan bambu kerap menyentuh jaringan listrik.

PLN menyebutkan bahwa jalur distribusi menuju Tampan Amma memiliki tingkat kerawanan tinggi karena masih banyaknya pohon produktif milik warga yang belum bisa dipangkas atau ditebang secara bebas lantaran membutuhkan izin dan persetujuan dari pemilik lahan.

​Sebagai solusi jangka panjang, PLN ULP Melonguane telah mengambil langkah strategis dengan mengusulkan perbaikan konstruksi serta rehabilitasi jaringan menggunakan kabel berisolasi (A3CS) kepada UP3 Tahuna.

Proyek rehabilitasi ini direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2027 mendatang.
​
“Kami dari PLN ULP Melonguane akan terus melakukan pemantauan, pemeriksaan, serta upaya pemeliharaan jaringan secara berkala guna meminimalkan potensi gangguan dan meningkatkan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat,” tulis pihak PLN.(vil)