SiteSulut.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulawesi Utara, Adriana Dondokambey, memberikan apresiasi tinggi terhadap jajaran program pendidikan yang digulirkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, salah satunya pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Pujian tersebut disampaikan Adriana saat menghadiri kegiatan Open House/Gelar Griya Sekolah: 2 Tahun Gerak Nyata yang digelar Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (16/10).
Menurutnya, deretan program baru ini menjadi langkah nyata dalam memfasilitasi minat dan bakat siswa di era digital.
”Program-programnya untuk pendidikan itu sangat luar biasa. Itu bagus, sangat bagus sekali. Apalagi dengan adanya Sekolah Nasional Terintegrasi ini, sangat bagus karena menunjukkan minat anak-anak yang dapat disalurkan melalui pendidikan dan era digital. Itu luar biasa,” kata Senator Adriana.
Meski menyambut positif terobosan tersebut, Adriana memberikan catatan khusus terkait tata kelola di lapangan. Ia mengingatkan agar pelaksanaan setiap program pemerintah wajib berpatokan teguh pada regulasi dan aturan perundang-undangan.
Hal ini dinilainya krusial agar niat baik pemerintah tidak tersandung masalah administrasi di tingkat bawah.
“Ada satu hal yang perlu Ibu sampaikan, program dari Bapak Presiden Prabowo harus benar-benar diterapkan. Pengelolaan administrasi dan pelaksanaannya di bawah harus betul-betul mengikuti aturan-aturan yang sudah ada dalam undang-undang,” tegas Adriana yang juga kakak kandung dari politikus senior dan mantan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey.
Lebih lanjut, Senator asal Sulut ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan nasional agar mampu bersaing di kancah global. Salah satu poin utama yang ia soroti adalah beban biaya sekolah yang masih dirasakan orang tua murid.
Adriana berharap, ke depan pemerintah pusat dapat menanggung sepenuhnya biaya pendidikan masyarakat dari jenjang dasar hingga menengah.
“Harapan Ibu ke depan, dunia pendidikan kita dapat bersaing dengan negara-negara lain. Anak-anak mulai dari SD, SMP dan seterusnya diharapkan tidak membayar uang sekolah lagi, tetapi ditanggung oleh pemerintah. Itu harapan Ibu ke depan,” ungkapnya.
Dalam agenda tersebut, Adriana juga menyempatkan diri meninjau pameran hasil karya peserta didik SNT 4 Minahasa Utara dan SNT 13 Bolaang Mongondow. Tak hanya itu, ia turut melihat langsung ruang belajar sementara SNT 4 Minahasa Utara yang berlokasi di BPMP Sulawesi Utara untuk memantau fasilitas dan proses pembelajaran para siswa secara langsung.(vil)

Tinggalkan Balasan