SiteSulut.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) melangkah tegas menata potensi maritim di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina.

Pabrik es di Kampung Naha I, Kecamatan Tabukan Utara, yang terbengkalai selama puluhan tahun, kini resmi direvitalisasi pada tahun anggaran 2026.
​
Kepala DKP Kabupaten Kepulauan Sangihe, Muchaerany Labora, saat di konfirmasi baru-baru ini bahwa selain pemugaran pabrik es, pemerintah daerah juga membangun sarana tambatan perahu untuk menunjang dan mempermudah mobilitas nelayan setempat.

​”Pelaksanaan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kampung Palahanaeng, Kelurahan Santiago, dan Kampung Naha I sudah siap dikerjakan,” tegas Muchaerany.

​Kampung Naha I ditetapkan sebagai salah satu lokasi penyangga program strategis nasional KNMP di wilayah perbatasan negara.

Dua titik lokasi lainnya yang masuk dalam jangkauan program ini adalah Kampung Palahanaeng di Kecamatan Tabukan Tengah sebagai penyangga, serta Kelurahan Santiago di Kecamatan Tahuna yang menjadi lokasi induk.

​Tahap persiapan proyek strategis nasional ini telah dimatangkan melalui pertemuan resmi pada Selasa (29/9/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, wakil sah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Mu’ammal Ayatullah Alkasyani, serta jajaran kontraktor pelaksana.

​Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menyambut positif realisasi pembangunan berbasis pesisir di kawasan perbatasan utara NKRI tersebut. Menurut Bupati termuda di Sulawesi Utara ini, hadirnya KNMP akan memicu akselerasi ekonomi sektor kelautan daerah.
​
“Dengan adanya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini, sektor perikanan di Sangihe akan tumbuh dan lebih terarah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan di daerah ini,” ungkap Michael.

​Proyek KNMP ini didanai penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan total alokasi mencapai Rp10,95 miliar.

​Porsi anggaran dibagi secara proporsional, di mana Kampung Naha I dan Kampung Palahanaeng masing-masing menerima alokasi sebesar Rp3,95 miliar, sementara sisa anggaran dialokasikan untuk pembangunan fisik di Kelurahan Santiago.
​
Pekerjaan fisik dilapangan dipercayakan kepada mitra penyedia jasa, yakni CV Andreas Papua dan PT Profitindo Primatama Jaya Abadi, dengan target masa pengerjaan masing-masing selama 105 hari dan 100 hari kalender kerja.

Dengan dimulainya proyek ini, kawasan pesisir Kepulauan Sangihe diharapkan segera memiliki pusat aktivitas nelayan yang modern dan terintegrasi.(ner)