SiteSulut.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kepulauan Sangihe mengukir prestasi gemilang pada Lomba Cipta Menu Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 yang digelar di Manado, Selasa (22/9).

​Di bawah arahan Ketua TP-PKK Sangihe, Cherry Thungari Soeyoenus, utusan Kabupaten Kepulauan Sangihe sukses membawa pulang dua gelar juara dari tiga kategori yang diperlombakan. TP-PKK Sangihe berhasil meraih Juara I Kategori Kudapan dan Juara II Kategori Pangan Strategis.

​Ajang tahunan yang diikuti 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara ini menjadi ruang kompetisi sekaligus unjuk kreativitas antar daerah dalam mengolah serta menyajikan bahan pangan lokal menjadi sajian sehat dan berkualitas.
​
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara. Turut hadir Wakil Ketua TP-PKK Provinsi Sulut bersama jajaran pengurus, serta perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Badan Gizi Nasional Provinsi Sulawesi Utara.
​
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. Hasil tersebut membuktikan bahwa potensi bahan pangan lokal daerah mampu diolah secara inovatif untuk mendukung pola konsumsi keluarga yang sehat.

​Atas raihan tersebut, Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe, Cherry Thungari Soeyoenus, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh selama proses persiapan hingga perlombaan.
​
“Prestasi yang diraih diharapkan tidak sekadar pencapaian dalam perlombaan, tetapi dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi pangan lokal di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar istri Bupati Michael Thungari tersebut.

​Ibu yang juga menjabat sebagai Ketua Bunda Sangihe ini berharap, pengembangan olahan pangan daerah dapat terus diperkenalkan secara luas sekaligus meningkatkan kualitas gizi keluarga di rumah.

​”Dua gelar juara ini menjadi bukti bahwa kreativitas pangan lokal Sangihe mampu bersaing di tingkat provinsi,” tegas Cherry.
​
Ia mengungkapkan, kunci keberhasilan timnya terletak pada kerja sama dan kerja keras seluruh anggota selama masa persiapan.
​
“Berbagai menu yang disajikan mengedepankan pemanfaatan bahan pangan lokal Sangihe yang diolah secara kreatif tanpa mengabaikan aspek keberagaman, gizi, keseimbangan, dan keamanan pangan,” pungkasnya.(vil)