SiteSulut.com-Anggota Komisi VI DPR RI, Dr. (H.C.) Christiany Eugenia Paruntu, S.E., S.Th., M.A., menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

​Pernyataan tersebut disampaikan politikus yang akrab disapa CEP atau Tetty Paruntu ini dalam rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Rapat tersebut mengendakan pembahasan Laporan Realisasi Semester I dan Prognosis Semester II Pelaksanaan APBN 2026 bersama Menteri Keuangan RI dan Gubernur Bank Indonesia.

Mantan Bupati Minahasa Selatan dua periode ini menekankan bahwa di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang dinamis, pengelolaan fiskal negara tidak boleh goyah.

Menurutnya, APBN harus dikelola secara sehat, efektif, akuntabel, dan adaptif.

“Pengelolaan fiskal harus tetap sehat, efektif, akuntabel, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi,” ujar Tetty Paruntu yang dikenal orang baik oleh masyarkat Sulawesi Utara.

​Ia menambahkan, ketahanan fiskal yang kuat menjadi kunci utama agar target-target pembangunan nasional yang telah dicanangkan pemerintah tidak meleset.

“Hal ini termasuk dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas anggaran negara,”ucapnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara, CEP juga menyoroti pentingnya dampak langsung APBN terhadap masyarakat di daerah.

Ia ingin memastikan bahwa intervensi kebijakan fiskal pusat mampu menyentuh dan melindungi daya beli masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.

“Target pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi, stabilitas anggaran, serta perlindungan daya beli masyarakat, termasuk di Sulawesi Utara, harus dapat tercapai demi kesejahteraan rakyat Indonesia,”tuturnya.

​CEP berharap, dengan pengawasan yang ketat dari DPR, diharapkan eksekusi sisa anggaran di semester II tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan bersih dari potensi kebocoran.

“Saya berharap penyerapan APBN 2026 tidak hanya sekadar mengejar angka kuantitas di akhir tahun, melainkan kualitas output yang dirasakan langsung oleh publik,”pungkas CEP yang dikenal merakyat dan sosial.(vil)