Wakasek SMKN 1 Manado : Siswa Broken Home Cenderung Pengaruh Terhadap Minat Belajar

SiteSulut.com-Sekolah merupakan tempat siswa belajar, berkembang, dan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.

Akan tetapi, masih banyak tantangan dalam mengatasi pengaruh siswa dalam hal-hal negatif.

Kepala Sekolah SMKN 1 Manado, Telly Ticoalu MPd, melalui Wakasek Kesiswaan, Novi Kesek SPd mengungkapkan, salah satu tantangan yang kerap dihadapi siswa dari berbagai latar belakang.

Namun, siswa yang berasal dari keluarga broken home cenderung memiliki risiko lebih besar dalam menghadapi masalah.

“Siswa kami ketika terlibat dalam masalah dan menghadap guru BK alasannya karena kurang perhatian dari orang tua. Dimana siswa ketika ditanya keberadaan orang tua jawaban mereka paling banyak orang tua sudah tidak lagi tinggal bersama,”ujar Novi, saat diwawancarai baru-baru ini.

Menurutnya, fenomena ini sering terjadi, bukan hanya satu siswa saja tapi ada banyak siswa yang saat ditanya memiliki jawaban yang sama.

“Ini yang kami temukan bahwa siswa yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak harmonis seringkali mengalami masalah konsentrasi, motivasi yang rendah, tidak fokus belajar dan mudah dipengaruhi,”ucapnya.

Maka dari itu kami pihak sekolah terus melakukan kiat-kiat untuk meminimalisir tindak kriminal pada siswa.

“Memberikan semangat dan motivasi terus kami gaungkan kepada semua siswa agar mereka boleh menggapai masa depan yang penuh cerah,”ungkapnya.

Dikatakannya, pihak sekolah juga memberikan ekstra kurikuler (ekskul) walaupun belum maksimal karena lapangan juga masih dalam perbaikan.

“Ada banyak ekskul disini seperti basket, volly, futsal, dan lain sebagainya, maka dari itu saya mengajak semua siswa wajib ikut ekskul untuk kegiatan positif,”katanya.

Ia mengatakan, saat ini juga pihak sekolah bekerjasama dengan Polsek Sario untuk memberikan penyuluhan kepada siswa setiap apel pagi.

“Kami juga terus melakukan pembinaan-pembinaan disekolah baik setiap wali kelas maupun di apel,”tuturnya.

Lanjut Novi, kami juga terus mengimbau seperti jika pulang sekolah jangan kumpul-kumpul bersama teman kalau boleh langsung pulang.

“Apalagi di wilayah flamboyan kami terus melakukan razia dengan satpam sekolah. Jika kedapatan bolos, tawuran, sajam, miras dan melakukan tindak kriminal, maka kami pihak akan mengembalikan siswa ke orang tua,”imbuhnya.(vil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *