SiteSulut.com-Di tengah kesibukan dunia medis yang serba cepat, aksi humanis seorang dokter di Sulawesi Utara mendadak menjadi buah bibir masyarakat.
Ia adalah dr. Ariston Blessing Rompis, mantan Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna.
Momen ini terekam melalui kesaksian salah satu keluarga pasien, Sutantri Bawuno yang dirawat di RS. Dr. JH Awaloei.
Ia mengaku sangat tersentuh dengan perlakuan sang dokter yang menganggap pasien bukan sekadar angka di catatan medis, melainkan sesama manusia yang butuh penguatan batin.
”Beliau tidak hanya memberikan pengobatan terbaik, tapi juga memberikan ketenangan batin. Sebelum pulang, kami didoakan. dr. Ariston adalah perpanjangan tangan Tuhan yang luar biasa bagi kami,” ungkap Sutantri.
Bagi dr. Ariston, menjadi dokter bukan sekadar urusan resep obat dan diagnosis medis.
Ia meyakini bahwa kesembuhan adalah kolaborasi antara ikhtiar manusia dan anugerah Sang Pencipta. Hal inilah yang dirasakan langsung oleh keluarga pasien, Sutantri Bawuno.
Di era modern, kedekatan spiritual antara dokter dan pasien seringkali terlupakan. Aksi dr. Ariston dianggap sebagai pengingat akan sisi kemanusiaan dalam dunia kedokteran.
Netizen pun memberikan apresiasi tinggi karena kerendahan hati dan ketulusan melayani pasien.
Banyak yang menilai sikap rendah hati dan totalitas sang dokter patut menjadi teladan bagi tenaga medis lainnya di seluruh Indonesia.
Totalitas dr. Ariston dalam memastikan pasien sehat secara fisik dan tenang secara batin sebelum kembali ke tengah keluarga, menjadi bukti nyata bahwa pengabdian seorang dokter tidak terbatas di meja periksa saja.(vil)

Tinggalkan Balasan