SiteSulut.com-Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kompetensi tenaga pengajar, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Manado menggelar In House Training (IHT) selama dua hari, (15-16 Desember 2025).
Kegiatan ini secara khusus membahas implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mengacu pada tiga prinsip utama yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan.
Kepala Sekolah SMAN 1 Manado, Jemmy James Jermias menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memastikan setiap guru melaksanakan proses pembelajaran yang berpedoman pada tiga prinsip yaitu Berkesadaran (Conscious), Bermakna (Meaningful), dan Menyenangkan (Joyful).
”Tiga prinsip ini yang harus diterapakan para guru dituntut untuk memiliki keterampilan mendesain pelajaran yang mampu menyadarkan siswa akan pentingnya belajar, bukan karena paksaan, melainkan demi masa depan mereka sendiri,”ucapnya.
Lanjutnya, pembelajaran harus lebih bermakna. Ini berarti guru memiliki tugas untuk mendesain materi agar siswa benar-benar tahu bagaimana pengetahuan yang mereka peroleh di kelas akan berguna untuk kelangsungan hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain berkesadaran dan bermakna, suasana belajar yang gembira atau joyful menjadi kunci. Guru didorong untuk merancang kegiatan belajar yang menghindari tekanan, ketegangan, atau bahkan kemarahan.
“Jika siswa sudah tegang, mereka sulit menangkap pelajaran. Apalagi jika guru ikut tegang. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mendesain pelajaran yang menyenangkan. Siswa harus merasa gembira, tidak tertekan, dan tanpa pemaksaan saat belajar,” tambahnya.
Lanjutnya, guru juga harus memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk mempresentasikan ide dan hasil kerja mereka serta memaksimalkan penggunaan perangkat di era digitalisasi, seperti cara memanfaatkan smartboard dan aplikasi digital lainnya dalam proses pembelajaran.
“Melalui pelatihan ini, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang transformatif, di mana siswa menjadi subjek aktif yang belajar dengan kesadaran penuh, memahami relevansi materi, dan menjalani proses belajar dengan penuh kegembiraan,”pungkasnya.(vil)





Tinggalkan Balasan