FOTO : Henry Walukow SE
SiteSulut.com– Anggota DPRD Sulawesi Utara, Henry Walukow SE, secara terbuka mengusulkan agar Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay (Victory), dianugerahkan gelar sebagai Bapak Pertambangan Rakyat.
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Khsusus (Pansus) RTRW DPRD Sulut, Henry Walukow saat menyampaikan laporan Pansus DPRD Sulut Ranperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah RTRW Tahun 2025 – 2044, dalam rapat Paripurna Ranperda RTRW, Selasa (24/2/2026).

“Atas kerja tulus dan luar biasa ini, saya Henry Walukow SE, dalam kapasitas sebagai anggota Fraksi Demokrat, mengusulkan bahwa sangat layak bagi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk dianugerahkan gelar Bapak Pertambangan Rakyat,” tegas Walukow disambut antusias oleh seluruh hadirin yang hadir.
Politisi dari Fraksi Demokrat ini menilai duet kepemimpinan YSK – Victory tersebut telah menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap rakyat kecil melalui kebijakan strategis dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Ini adalah buah dari kerja tulus dan luar biasa. Melalui kebijakan dan lobi yang tepat, kita berhasil mengamankan masa depan sektor pertambangan rakyat di Sulut,” ujar Henry Walukow.
Lanjut Walukow, melalui lobi pusat dari pak Gubernur dan Wakil Gubernur membuahkan hasil dalam struktur RTRW yang baru. Dimana, pemerintah telah mengakomodir 232 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
“Hal ini menjadi kunci pembuka legalitas pertambangan untuk 20 tahun ke depan.
Berkat lobi dan kerja keras pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pemerintah Pusat kini telah menyetujui 62 blok yang memenuhi syarat untuk
untuk beberapa tahun kedepan untuk dijadikan wilayah pertambangan rakyat,”jelas Walukow yang dikenal vocal.
Henry menjelaskan bahwa kebijakan ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama bagi 12.000 penambang lokal yang selama ini menggantungkan hidup di sektor tersebut.
“Dampak ekonomi ini diprediksi akan menciptakan multiplier effect bagi sektor lainnya, seperti transportasi jasa ojek, pasar-pasar lokal dan warung rakyat serta pertumbuhan usaha rumah makan di sekitar wilayah pertambangan,”ungkapnya.
Henry berharap langkah ini menjadi momentum bagi kebangkitan ekonomi sektor pertambangan di Sulawesi Utara yang lebih legal, aman, dan mensejahterakan rakyat.(vil)


Tinggalkan Balasan