Foto : Rahman Manggopa SPd,

SiteSulut.com- Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Manado, Rahman Manggopa SPd, membantah keras pemberitaan yang menyebutkan bahwa siswanya membawa senjata tajam (sajam) saat diamankan oleh aparat Polresta Manado baru-baru ini.

Hal ini disampaikan langsung oleh Rahman, usai memimpin pemeriksaan rutin terhadap siswa di lingkungan sekolah pada Kamis (12/2/2026).

Rahman menjelaskan bahwa meskipun benar ada siswanya yang diamankan pihak kepolisian, kejadian sebenarnya sangat berbeda dari isu yang beredar.

Berdasarkan penelusuran kami pihak sekolah, para siswa tersebut justru menjadi sasaran intimidasi.

“Tujuan awal sejumlah siswa berencana pergi belajar kelompok di sekitar area Lampu Merah Karombasan. Saat berada di lokasi, para siswa dihampiri oleh oknum tidak dikenal yang bertanya dengan nada intimidasi. Tanpa alasan yang jelas, salah satu siswa langsung dipukul,”jelas Manggopa yang dikenal disiplin.

Lanjutnya, Karena siswa kami merasa terancam, para siswa melarikan diri. Saat itulah mereka bertemu dengan mobil patroli aparat kepolisian dan langsung diamankan untuk dimintai keterangan.

​Ia menegaskan bahwa para siswa tidak membawa senjata tajam. Sebaliknya, informasi di lapangan menunjukkan bahwa para siswalah yang dikejar oleh oknum yang diduga membawa sajam.

“Siswa kami tidak membawa sajam. Justru mereka yang dikejar dan merasa terancam sehingga berlari mencari perlindungan,” tegas Rahman.

​Rahman Manggopa menekankan bahwa meskipun pihak sekolah terus berupaya melakukan pembinaan karakter, peran keluarga tetap menjadi fondasi utama.

“Kami pihak Sekolah rutin melakukan pengawasan dan edukasi disiplin. Apalagi sebelum siswa dan guru ada, saya sudah berdiri di depan pintu gerbang untuk melakukan pemeriksaan saat siswa hendak masuk kelas,”jelas Rahmanm

Menurut Rahman perlu adanya pengawasan ekstra dari orang tua untuk memantau pergaulan anak di luar jam sekolah agar terhindar dari konflik jalanan.

“Kami mohon agar orang tua terus memantau kegiatan anak secara ketat. Siswa kami terjadwal pulang sekolah pada pukul 14.15 WITA,” ujar Rahman.

Beliau menambahkan bahwa jika hingga sore atau bahkan malam hari siswa belum sampai di rumah, orang tua harus segera mengambil tindakan proaktif.

“Jika pukul 14.15 sudah pulang dan sampai sore atau malam hari anak belum ada di rumah, kami meminta orang tua untuk segera mencari keberadaan mereka. Jangan dibiarkan, karena pengawasan setelah jam sekolah adalah tanggung jawab bersama, terutama keluarga,” pungkasnya.(vil)