foto : Dona Framita Tine, SE

SiteSulut.com-Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Talaud menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Talaud, Selasa (10/2/2026).

Rapat ini fokus mengevaluasi realisasi anggaran tahun sebelumnya serta membahas sejumlah isu strategis perhubungan di Bumi Porodisa.

​Anggota Komisi II DPRD Talaud, Dona Framita Tine, SE, mengungkapkan bahwa secara administratif, kinerja Dinas Perhubungan menunjukkan angka yang positif pada sektor pendapatan.

“Kami membahas realisasi anggaran tahun sebelumnya. Meskipun tahun lalu capaian Dinas Perhubungan melebihi target sebesar 105,82% atau berada di angka Rp391.737.300, namun masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan,” ujar Dona usai rapat.

​Menurut politisi wanita yang sangat vocal ini, meski target terlampaui, ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak boleh berpuas diri.

Menurutnya, masih banyak sektor pendapatan di bidang perhubungan yang belum dimaksimalkan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Masih begitu banyak sektor pendapatan yang belum dimaksimalkan. Kami mendorong agar kedepannya potensi-potensi ini lebih digali untuk meningkatkan PAD kita,” tegasnya.

Dona yang juga merupakan Ketua Badan Kehormatan menyorot soal aset KMP Marambe dan dermaga Karatung.

​Dikatakannya, selain masalah anggaran, Komisi II juga mempertanyakan status aset daerah dan infrastruktur yang penting bagi mobilitas masyarakat.

“Kami mempertanyakan keberlanjutan operasional KMP Marambe ini yang merupakan aset daerah namun hingga kini belum bisa difungsikan kembali,”tuturnya.

Lanjutnya, dermaga Pulau Karatung menjadi perhatian serius mengingat pelabuhan di Kecamatan Nanusa ini sempat ditutup tahun lalu sebelum akhirnya dibuka kembali dengan berbagai pertimbangan keamanan.

​”Terkait kondisi Dermaga Karatung yang memprihatinkan, kami meminta Dinas Perhubungan proaktif menjemput bola dan terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi hingga ke Kementerian Perhubungan, agar segera melakukan perbaikan sebelum situasi menjadi membahayakan dan pelabuhan benar-benar harus ditutup total,” pungkasnya.(vil)