SiteSulut.com-Suasana kebatinan Desa Pineleng Dua belakangan terasa berbeda.

Di tengah obrolan ringan di teras rumah, di kebun, hingga di warung kopi, satu nama mulai kerap disebut dengan nada akrab: Simon Gesimaking.

Langkah Simon untuk maju dalam Pemilihan Hukum Tua Desa Pineleng Dua mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Dukungan moral tidak hanya datang dari warga desa, tetapi juga mengalir dari basis jurnalis dan insan media yang selama ini mengenal dekat perjalanan Simon sebagai wartawan senior.

Apresiasi tersebut semakin menguat setelah mantan Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri, menyampaikan testimoni personalnya tentang sosok Simon.

“Keren Simon. Saya kenal baik dia ini. Benar-benar seorang jurnalis tulen, tapi punya jiwa kepemimpinan yang kuat,” ujar Maurits Mantiri.

Dari kalangan pers, dukungan juga disampaikan oleh jurnalis senior Raymond Pasla, yang menilai langkah Simon maju sebagai sesuatu yang wajar dan layak diapresiasi.

“Maju Simon, pasti bisa. Dia punya pengalaman, integritas, dan ketenangan yang dibutuhkan untuk memimpin,” kata Raymond Pasla.

Bagi warga Pineleng, pernyataan-pernyataan tersebut terasa sejalan dengan keseharian Simon yang dikenal sederhana, mudah menyapa, dan terbiasa mendengar sebelum berbicara—nilai yang dinilai sangat dekat dengan karakter kepemimpinan desa.

Dukungan dari kalangan media ini pun mengalir secara alami.

Simon dipandang sebagai jurnalis yang tumbuh dari proses panjang, terbiasa bekerja dengan etika, ketelitian, serta tanggung jawab. Modal inilah yang dinilai relevan untuk menghadirkan tata kelola desa yang lebih terbuka dan partisipatif.

Seorang warga Pineleng Dua yang ditemui secara terpisah turut menyampaikan pandangannya.

“Kita di Pineleng so biasa lia orang. Yang mo jadi hukum tua itu bukan yang banyak janji, tapi yang mo dengar dan mo ba kerja deng masyarakat,” ujarnya.

Di tengah dinamika Pilhut Desa Pineleng Dua, dukungan moral dari tokoh publik, insan pers, dan warga ini menjadi penanda bahwa Simon Gesimaking mulai dipandang bukan hanya sebagai jurnalis, tetapi sebagai figur yang dipercaya mampu memimpin dan merawat desa dengan hati.(*)