SiteSulut.com-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud mengumumkan perubahan jadwal pelaksanaan tradisi tahunan ritual adat Manduru’u Tonna.
Acara yang semula direncanakan pada awal Februari ini mengalami pergeseran waktu.
Perubahan jadwal sebagai bentuk pemantapan persiapan, jadwal rangkaian prosesi adat resmi diubah menjadi: Puncak Ritual Manduru’u Tonna digelar Jumat, 6 Februari 2026 (Sebelumnya 3 Februari).
Dan untuk Dialog Adat digelar Kamis, 5 Februari 2026 (Sebelumnya 2 Februari).
Ketua Dewan Adat Talaud, Arvan Bawangun SH, MH saat menghubungi SiteSulut.com, menyampaikan bahwa meskipun terdapat pergeseran waktu, seluruh rangkaian prosesi telah dipersiapkan dengan matang untuk memastikan kesakralan acara tetap terjaga.
”Manduru’u Tonna merupakan momen sakral bagi masyarakat Bumi Porodisa untuk mengucap syukur atas tahun yang telah dilewati sekaligus memohon berkat untuk tahun yang baru,”kata Bawangun,
Tahun ini, ritual tersebut mengusung tema:
“Rerro daraduran atarrino henggona wantambuwunnu alu ape su ipalembung ipamanua su allo adantane”
(Tuhan jalan kebenaran dan kehidupan sumber berkat sepanjang masa).
Serta Sub-tema yang menekankan pada persatuan:
“Taloda Lulempang sangkalempang, Aembalang Sangkarrindo Mawelensu Tata’u Passambua Mawali Su Wingkako Pa Aaukka, Tadeau Taloda Mangke Sumuwu U Atatino Alalangnganna Tumimbolo’a Auntungan Asomaran”
(Masyarakat Talaud berjalan sama langkah berdayung sama irama kembali menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan demi kehidupan masyarakat yang damai sejahtera).
Arvan Bawangun menegaskan bahwa esensi dari Manduru’u Tonna adalah pembersihan diri dan penguatan relasi sosial.
“Manduru’u Tonna adalah saat kita membersihkan diri dari dendam, mempererat tali persaudaraan, dan memohon agar berkat melimpah turun dari langit ke bumi Talaud,” ujar Bawangun.
Ia juga menambahkan bahwa acara ini merupakan momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat di perbatasan utara NKRI untuk mengimplementasikan semangat Sansiotte Sampate-pate (Kebersamaan dalam kegotongroyongan).
“Ini bukan sekadar seremonial, melainkan permohonan penyertaan Tuhan bagi kita semua dalam menjalani tahun yang baru,” pungkasnya. (vil)


Tinggalkan Balasan