Foto : Sidang mediasi antara keluarga Gabriel Sinelayan dan pihak RS Prof Kandou Malalayang belum lama ini.
SiteSulut.com-Hari ini, Kamis (11/12), menjadi momen haru bagi keluarga almarhum Gabriel Sineleyan.
Bertepatan hari ini juga dengan peringatan hari ulang tahun mendiang putra mereka, Gabriel Sineleyan, korban dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian di RSUP Prof Kandou Malalayang, Manado.
Dalam suasana duka dan kerinduan, kedua orang tua Gabriel dan keluarga besarnya masih terus berjuang menuntut keadilan bagi almarhum.

Kuasa Hukum Penggugat Alfianus Boham SH mengungkapkan bahwa, proses hukum perdata masih bergulir di tahap mediasi.
“Sidang kemarin sudah meminta resume dari pihak penggugat, dan minggu depan giliran resume dari tergugat,” ujar Boham, di kantornya, Kamis (11/12).
Boham juga mengapresiasi kehadiran pihak tergugat dalam hal ini RS Prof Kandou Malalayang yang dinilai menunjukkan itikad baik.
“Kami berharap mudah-mudahan minggu depan ada titik temu perdamaian,” katanya.
Sementara itu, kedua orang tua Gabriel yakni, Novry Sineleyan dan Jeane Lumintang menyampaikan curhatan hati yang mendalam di momen spesial hari ulang tahun almarhum Gabriel.
Yang Terhormat Mediator dan seluruh pihak yang hadir,
Dengan hati yang penuh duka, izinkan kami keluarga menyampaikan isi hati kami.
Sampai hari ini, kami masih sangat sulit menerima kepergian anak kami, Gabriel.
Luka ini belum kering, dan mungkin tidak akan pernah benar-benar sembuh.
Yang paling menyesakkan bagi kami adalah mengetahui bahwa alat yang seharusnya digunakan untuk operasi otaknya tidak tersedia, sebagaimana disampaikan oleh Direksi RSUP Prof. Kandou dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Kami percaya rumah sakit adalah tempat yang paling siap menolong, namun pada saat kritis itu, ketika nyawa anak kami bergantung pada peralatan medis, justru di situlah harapan kami runtuh.
Gabriel bukan sekadar seorang pasien. Ia adalah anak kami, darah daging kami.
Kami membesarkannya dengan penuh perjuangan, menyekolahkannya hingga ke perguruan tinggi dengan harapan dialah yang akan menopang keluarga kami kelak,terlebih karena adiknya hidup dalam kekurangan (tunawicara) dan sangat membutuhkan dirinya.
Hari ini, harapan-harapan itu hilang seketika, meninggalkan kehampaan yang tidak bisa kami ungkapkan dengan kata-kata.
Bagi kami, kehilangan ini bukan sekadar kehilangan seseorang, tetapi kehilangan masa depan yang sudah kami rajut bertahun-tahun.
Hilang tawa Gabriel… hilang cita-citanya… hilang sosok yang selama ini kami harapkan akan menjadi penopang keluarga kami ketika usia kami senja.
Kami datang dalam proses hukum ini bukan karena kami ingin mencari keuntungan.
Gugatan 2,5 miliar rupiah tidak akan pernah bisa mengembalikan nyawa anak kami. Nilai itu tidak bisa menebus rasa kehilangan ini.
Yang kami cari adalah keadilan, agar apa yang menimpa Gabriel tidak terjadi lagi pada anak orang lain.
Dalam kesempatan mediasi ini, kami juga ingin menyampaikan satu harapan tulus kami kepada pihak Tergugat:
Kami berharap pihak RSUP Prof. Kandou dapat menyadari kekeliruan atau kelalaiannya, dan dengan jujur bertanya dalam hati—apabila hal seperti ini terjadi pada anak mereka sendiri, apa yang akan mereka rasakan? Apa yang akan mereka perbuat?
Kami tidak datang untuk memusuhi, tetapi untuk mencari kebenaran. Kesadaran itulah yang kami harap dapat menjadi langkah awal perbaikan.
Kami percaya bahwa setiap proses, betapapun beratnya tidak lepas dari campur tangan Tuhan.
Dalam mediasi ini, kiranya Tuhan membuka jalan, menolong setiap pihak agar dapat melihat dengan jernih, hati dengan tulus, dan pikiran dengan bijaksana.
Kami bahkan mendoakan agar melalui kejadian ini, RSUP Prof. Kandou dapat menjadi jauh lebih baik dalam pelayanan, lebih siap, lebih sigap, dan lebih menghargai setiap nyawa manusia yang datang memohon pertolongan.
Semoga tidak ada lagi keluarga yang mengalami duka seperti kami.
Dengan penuh hormat, kami memohon agar perkara ini diproses dengan seadil-adilnya, demi keadilan bagi anak kami Gabriel, dan demi pembelajaran bagi kita semua bahwa nyawa manusia adalah amanah yang harus dijaga sebaik-baiknya.(vil)





Tinggalkan Balasan