Ketua DPRD Talaud, Engelbertus Tatibi saat menerima pihak keluarga korban KM Barcelona V.A
SiteSulut.com-Hari ini, Rabu (20/8/2025), tepat sebulan terbakarnya Kapal Motor (KM) Barcelona V.A, di perairan Talise, Minahasa Utara.
Sebagian besar keluarga korban, masih belum menerima bantuan dari pihak terkait yaitu PT Surya Pacifik Indonesia (SPI).
Hal ini langsung mendapat tanggapan serius dari ketua DPRD Talaud, Engelbertus Tatibi, saat menerima pihak keluarga korban KM Barcelona V.A, diruang rapat DPRD Talaud, Rabu (20/8/2025).
Dihadapan puluhan pendemo, Tatibi yang dikenal vocal dan pro rakyat ini melayangkan peringatan keras kepada manajemen PT SPI yang sampai saat ini belum ada kejelasan atau perhatian kepada pihak keluarga korban.
“Kita tidak main-main soal urusan rakyat. Apalagi nyawa manusia dan saya berharap ini harus ditanggapi dengan serius,” kata Tatibi.
Dikatakannya, ini akan menjadi perhatian prioritas dari DPRD. Kami berharap juga pihak keluarga korban agar diberikan waktu 2 minggu hingga 3 minggu kedepan untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Maka dari itu saya memastikan akan mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) untuk mengawal semua hak-hak dari pihak keluarga korban,”ujarnya.
Menurut Tatibi, mereka juga tidak menuntut besar, apalagi sampai saat ini dua korban masih belum ditemukan.
“Disini kita tidak usah saling menyalahkan. Tapi pihak Barcelona harus legowo, dan sampai saat ini belum ada permintaan maaf dan memberikan santunan kepada keluarga korban,”tuturnya.
Lanjutnya, kami melihat bahwa masyarakat juga dirugikan karena mereka disini kehilangan barang berharga yang mereka bawa seperti, laptop, handphone, uang dan barang berharga lainnya.
“Siapa yang bertanggungjawab? jangan hanya cuci tangan, maka kami sepakat DPRD akan bentuk pansus agar lebih spesifik. Dan kami juga akan menemui pihak perusahaan kalau tidak ada niat baik dari perusahaan, maka DPRD mendorong atau mengambil langkah hukum kepada pihak perusahaan ini,”jelasnya.
Tatibi berharap dengan adanya pembentukan pansus, semua persoalan bisa diselesaikan dengan baik.
“Kami juga akan mengkoordinasi dengan Bupati untuk membuat surat bersama ditunjukan kepada Kementerian Perhubungan untuk menghentikan sementara pelayaran ke Talaud dibawa naungan PT SPI sebelum ada pertanggungjawaban kepada pihak keluarga korban,”pungkasnya.
Sebelumnya, puluhan keluarga korban menggelar aksi damai di halaman kantor Bupati dan bertolak menuju gedung DPRD Talaud.
Adapun bentuk pertanggungjawaban yang diminta:
• Korban Hilang: untuk dilakukannya upaya pencarian yang maksimal dan pemberian santunan Jasaraharja dan santunan dari pihak perusahaan.
• Korban Meninggal Dunia: untuk diberikan santunan Jasa raharja dan santunan perusahaan.
• Korban Luka Bakar/Cacat: untuk diberikan santunan Jasa raharja dan santunan perusahaan.
• Korban Selamat yang mengalami kerugian material dan stress psikis: untuk diberikan klem ganti rugi.