Program Makan Bergizi Gratis Sasar 170 Ribu Siswa di Sulut, Tantangan Nyata di Lapangan: Mengedukasi Anak Agar Mau Makan Sayur​

Manado – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan perkembangan signifikan.

Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, program ini telah menyentuh di 1.558 sekolah yang ada di seluruh Sulut.

​Sedangkan total penerima manfaat program MBG di Sulut telah mencapai 170.719 siswa, didukung oleh 67 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Data menunjukkan sebaran penerima manfaat yang merata di berbagai jenjang pendidikan:

Jumlah Siswa Penerima Manfaat
Sekolah Dasar (SD) : 74.075
Sekolah Menengah Pertama (SMP) : 37.899
Sekolah Menengah Atas (SMA) : 25.828
Taman Kanak-kanak (TK) : 10.831
Kelompok Bermain (KB): 2.924

Jumlah ini menjadi bukti bahwa program MBG terus bertambah luas dan intensif, menjangkau lebih dari seratus tujuh puluh ribu anak usia sekolah dan pra-sekolah.

​Meskipun sukses dalam distribusi penyaluran MBG, pemantauan di lapangan oleh Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut mengidentifikasi adanya tantangan krusial yang perlu ditingkatkan.

​”Berdasarkan temuan utama di lapangan adalah kecenderungan anak-anak penerima manfaat yang  meninggalkan sayur yang disediakan dalam menu makanan. Anak-anak dilaporkan lebih memilih lauk seperti ikan, namun mengabaikan komponen sayuran,”ungkap Kepala BPMP Sulut, Febry H.J Dien, Rabu (26/11/2025).

Maka dari itu, BPMP Sulut punya langkah strategis dalam mengedukasi para anak-anak untuk mau makan sayur dalam menu makanan MBG.

“Menanggapi temuan ini, BPMP Sulut telah mencanangkan rencana besar untuk melakukan edukasi menyeluruh. Pihak BPMP akan menggandeng Dinas Pendidikan setempat untuk melakukan sosialisasi intensif melalui program MBG,”jelasnya.

Menurutnya, fokus edukasi ini adalah menekankan kembali prinsip Empat Sehat Lima Sempurna dan pentingnya komposisi makanan yang seimbang. “Edukasi tidak hanya ditujukan kepada siswa, tetapi juga kepada para guru di satuan pendidikan, agar mereka dapat menjadi agen perubahan dalam mendorong anak-anak mengonsumsi sayuran secara rutin,”tuturnya.

selain itu, edukasi dalam menjaga  kebersihan perlu kita tingkatkan, seperti pentingnya mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan lingkungan kelas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti sakit perut.

“Saya berharap bahwa melalui edukasi yang tepat mengenai pentingnya kandungan gizi dalam makanan, anak-anak tidak lagi mengabaikan komponen sayur. Makan yang sehat itu diharapkan anak-anak bisa lebih kuat, bisa lebih berpikir cerdas dan kreatif ke depan dan intinya sehat,”imbuhnya.

Febry menambahkan, dengan demikian, tujuan program MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi untuk membangun generasi yang lebih interaktif, cerdas, dan memiliki fondasi kesehatan yang kuat di masa depan.

“Upaya sinergis antara BPMP dan Dinas Pendidikan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan manfaat gizi dari program MBG terserap optimal oleh seluruh penerima di Sulawesi Utara,”pungkasnya.(vil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *