SiteSulut.com-Rapat lanjutan Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Sulawesi Utara, Rabu (18/2/2026), berakhir buntu.

Ketidakhadiran pihak eksekutif selaku pengusul draf menyebabkan pembahasan poin-poin penting tata ruang provinsi terpaksa ditunda hingga pekan depan.

Ketua Pansus RTRW DPRD Sulut Henry Walukow menyayangkan masih adanya kendala administratif yang menghambat agenda legislasi.

Padahal, pembahasan ini telah memasuki tahap akhir sebelum draf tersebut diparipurnakan.

“Sangat disayangkan, pembahasan akhir yang sedianya sudah diagendakan harus mandek karena masalah administrasi. Info dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) selaku pengusul, mereka baru mengetahui agenda ini pagi tadi. Padahal, Sekretariat DPRD sudah menyurat sejak Senin lalu dan sudah ditanggapi,” ujar Henry di Gedung DPRD Sulut.

​Henry menegaskan, kejadian ini harus menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah.

Sinkronisasi antara lembaga legislatif dan eksekutif menjadi kunci agar penyusunan regulasi daerah tidak berlarut-larut.

Akibat ketidakhadiran tim dari Dinas PU, rapat yang dipimpin Henry bersama Koordinator Pansus Royke Anter tersebut diputuskan ditunda hingga Senin mendatang.

Sementara, anggota Pansus RTRW Louis Schramm mengungkapkan, saat ini, Pansus RTRW Sulut tengah menanti Persetujuan Substansi (Persub) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Selama masa tunggu tersebut, anggota Pansus berencana melakukan penyesuaian atau cross-check data ke kementerian terkait lainnya, seperti Kementerian Pertanian, sesuai dengan surat tugas yang ada,”ucapnya.

Schramm bilang persetujuan substansi dari pusat menjadi dasar utama sebelum draf dikembalikan ke daerah untuk finalisasi.

Schramm meminta seluruh jajaran eksekutif pengusul untuk duduk bersama agar tidak ada detail yang terlewatkan dalam dokumen tata ruang tersebut.

“Setelah proses di kementerian selesai, draf akan dibawa kembali untuk finalisasi bersama pihak eksekutif agar tidak ada detail yang terlewat sebelum diajukan ke Kemendagri dan diparipurnakan,” tambahnya.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Pansus RTRW Sulut, Koordinator, Royke Anter, Ketua Pansus Henry Walukouw, Sekretaris Pansus Berty Kapojos serta sejumlah anggota, yakni Jane Laluyan, Lucky Schramm, Pricilia Rondo, Royke Roring, dan Haslida Rotinsulu.(vil)