Ketua Dewan Adat Talaud, Arvan Bawangun SH, MH
SiteSulut.com-Hingga hari kesembilan, Selasa (29/7/2025), pencarian yang melibatkan tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, instansi terkait dan masyarakat, belum menemukan dua korban yang hilang pasca terjadi kebakaran di KM Barcelona V.A, di perairan Talise, Minggu (20/7/2025).
Hal ini langsung mendapat perhatian serius dari Dewan Adat Talaud.
Ketua Dewan Adat Talaud, Arvan Bawangun SH, MH meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Talaud dapat memfasilitasi untuk melakukan ritual adat di lokasi kejadian terbakarnya KM Barcelona VA.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa memfasilitasi kami untuk melakukan doa permohonan atau ritual adat di tempat kejadian atau lokasi terbakarnya KM Barcelona V.A,”kata Bawangun, saat diwawancarai, Selasa (29/7/2025).
Menurutnya, ritual adat ini untuk meminta petunjuk kepada leluhur atau permohonan keselamatan tentang keberadaan korban.
“Ritual adat ini memohon doa agar dua orang yang masih dalam pencarian bisa ditemukan dalam keadaan selamat dimanapun mereka berada,”ungkapnya.
Lanjutnya, meskipun dewan adat melakukan ritual, tetapi teknis tim gabungan terus melakukan pencarian.
“Doa di lokasi supaya tidak terjadi lagi hal serupa karena masyarakat Talaud juga adalah masyarakat adat. Sepanjang sejarah, Talaud baru kali ini ada musibah kebakaran kapal,”jelasnya.
Bawangun juga meminta dukungan dari keluarga korban serta memohon doa restu dari masyarakat Talaud.
“Sebelum melakukan ritual kami meminta dukungan dari pihak keluarga dan doa restu dari seluruh masyarakat Talaud,”tuturnya.
Ia juga meminta agar Pemda bisa memfasilitasi para tua adat ke Pulau Gangga, Talise dan Bangka untuk meminta restu dan melakukan doa bersama demi keselamatan korban.
“Kami juga akan meminta dukungan dari tua-tua adat dan masyarakat yang ada di Pulau Gangga, Talise dan Bangka. Kami percaya bahwa kedua korban ini masih dalam keadaan selamat dimanapun mereka ada,”imbuhnya.
Sementara, Sekretaris Umum Dewan Adat Talaud, Pdt Dr Anton Sulung MTh menambahkan bahwa kami sudah melakukan koordinasi bersama tua-tua adat di Talaud, terkait ritual adat yang akan digelar di lokasi kejadian terbakarnya KM Barcelona VA.
“Kami mohon juga dukungan dari Pemerintah Daerah agar bisa memfasilitasi kami untuk berangkat ke lokasi kejadian. Kalau bisa lagi bantuan dari perusahaan KM Barcelona dan terbuka juga bagi masyarakat Talaud yang bisa membantu dewan adat Talaud untuk bisa menggelar permohonan doa di lokasi kejadian,”pungkasnya.
Sebelumnya, KM Barcelona V.A dari Pelabuhan Talaud menuju Manado mengalami musibah naas yang mengakibatkan kebakaran hebat.
Data terbaru, dari 280 penumpang yang terdaftar di manifest, jumlah yang dievakuasi mencapai 673 penumpang, tiga orang dinyatakan meninggal, dua orang lainnya dilaporkan hilang.
Dua korban hilang yang dilaporkan oleh keluarganya itu bernama Levi Aiba (19) dan Hamen Langinan (59).
Hal ini diungkapkan Kepala Kantor SAR (Kakansar) Manado, George Randang dalam konferensi Pers Posko SAR gabungan kekabaran KM Barcelona Manado, di Terminal Pelabuhan Manado, Senin (28/7/2025).(vil)