SiteSulut.com-Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menutup tahun 2025 dengan menggelar diskusi penting bertajuk “Mapalus untuk Kebangkitan Pendidikan Sulawesi Utara”.
Acara ini menjadi wadah kolaborasi antara BPMP Sulut, Tokoh Pendidikan dan Jurnalis Sumikolah Sulut, untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Nyiur Melambai.

Diskusi diselenggarakan, Selasa, (23/12/2025) berlangsung di Hotel Mercure, Tateli Minahasa.
Diskusi ini juga menghadirkan tiga figur utama sebagai pembicara yaitu Kepala BPMP Sulut, Febry Dien dikenal dengan terobosan program mutu, Arnold Poli, Tokoh Pendidikan terkemuka di Sulawesi Utara dan Yudi Dien seorang penggiat pendidikan dan kebijakan publik.
Acara ini turut melibatkan rekan-rekan jurnalis dari komunitas Sumikolah Sulawesi Utara menekankan peran media dalam menyebarluaskan semangat perubahan.
Dalam pemaparannya, Kepala BPMP Sulut, Febry Dien, menekankan bahwa semangat mapalus gotong royong harus menjadi landasan utama bagi seluruh ekosistem pendidikan.
“Kebangkitan pendidikan tidak mungkin diwujudkan oleh satu pihak saja. Perlu ada Mapalus antara sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dan media. BPMP siap memfasilitasi setiap daerah untuk mencapai rapor pendidikan yang lebih baik di tahun mendatang,” ujar Febry Dien.
Sementara itu, Arnold Poli menyoroti pentingnya kepemimpinan transformasional di tingkat satuan pendidikan.
Menurutnya, kepala sekolah harus menjadi agen perubahan utama yang mampu mendorong inovasi dan adaptasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan lokal dan global.
“Kepala sekolah didorong untuk mengambil peran sebagai agen perubahan utama (key change agent) dalam ekosistem pendidikan,”ucapnya
Arnold yang juga Ketua Aliansi Guru Indonesia Sulut (AGIS) ini menyatakan, kepala sekolah memiliki posisi strategis untuk tidak hanya mengelola administrasi, tetapi juga memimpin transformasi pedagogis dan kurikuler.
“Kepala sekolah harus menjadi agen perubahan utama yang mampu mendorong inovasi dan adaptasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan lokal dan global,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Yudi Dien menambahkan bahwa isu digitalisasi sekolah dan peningkatan kompetensi guru harus menjadi prioritas investasi daerah.
Para jurnalis Sumikolah Sulut yang hadir berkomitmen untuk terus mengawal dan memberitakan capaian-capaian pendidikan, serta mengedukasi publik mengenai standar mutu yang ditetapkan.
Diskusi ini diharapkan tidak hanya menjadi penutup tahun, tetapi juga titik tolak bagi sinergi yang lebih kuat di tahun 2026 demi mewujudkan visi Sulawesi Utara yang cerdas dan berdaya saing.(vil)





Tinggalkan Balasan