MANADO – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulawesi Utara, Louis Schramm, menyatakan dukungan penuhnya terhadap terobosan Pemerintah Indonesia dalam APBN 2026 yang mewajibkan pengalihan sekitar 58% Dana Desa untuk penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kebijakan strategis ini merupakan peningkatan dari rencana awal sebesar 50%, yang bertujuan untuk memberantas praktik rentenir (bank gelap) serta memperkokoh kedaulatan ekonomi di tingkat desa.

Pemerintah sendiri menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di seluruh penjuru tanah air.

​Menurut Ketua DPC Partai Gerindra Manado ini, langkah yang diambil pemerintah pusat sangat berorientasi pada kesejahteraan rakyat kecil.

Ia menilai kehadiran Koperasi Merah Putih akan menjadi “benteng” ekonomi bagi warga desa.

“Kebijakan ini kami nilai murni untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Dengan dana desa yang terarah ke koperasi, perputaran uang akan tetap berada di desa dan memperkuat daya beli masyarakat lokal,” ujar Louis Schramm, saat diwawancarai usai rapat Pansus RTRW, Rabu (18/2/2026).

Meski mendukung penuh, Louis juga memberikan catatan penting terkait implementasi di lapangan.

Ia menekankan bahwa prioritas anggaran harus diberikan kepada koperasi yang sudah menunjukkan kredibilitas secara administratif maupun operasional.

“Ini perlu verifikasi administrasi memastikan pengurus dan badan hukum koperasi sudah sesuai aturan serta koperasi yang menerima pendanaan adalah mereka yang siap secara sistem. ” pungkasnya.(vil)