Dampak Tsunami Rusia di Kepulauan Sangihe-Talaud: Gelombang Jauh, Bukan Ancaman Langsung

Reportase : Reymoond Kex Mudami

SiteSulut.com-Beberapa jam terakhir, masyarakat di pesisir Sulawesi Utara—terutama di Kepulauan Sangihe dan Talaud—dikejutkan dengan kabar tentang tsunami di Rusia yang “berdampak hingga Indonesia.”

Di sejumlah desa pesisir, warga terlihat was-was. Ada yang memilih menepi dari bibir pantai, ada pula yang mengaku bingung membedakan kabar benar dan hoaks.

Penting dipahami bahwa dampak yang dimaksud bukanlah tsunami baru yang akan menghantam daratan. Fenomena ini dikenal dengan istilah gelombang jauh tsunami, dan sifatnya berbeda dengan tsunami yang biasa kita bayangkan.

Gelombang dari Ribuan Kilometer

Tsunami yang terjadi akibat gempa besar di Semenanjung Kamchatka, Rusia, beberapa jam lalu memicu gelombang laut yang menjalar melintasi Samudera Pasifik. Karena letaknya yang terbuka langsung ke lautan lepas, Kepulauan Sangihe dan Talaud menjadi wilayah terdepan yang bisa menerima “sentuhan” dari gelombang jauh tersebut. Gelombang jauh ini bukanlah gelombang besar yang berbahaya.

Bukan Tsunami Baru

Di beberapa daerah, warga sempat menyangka bahwa “tsunami Rusia sampai ke Sangihe dan Talaud” berarti ada tsunami baru yang mengancam. Padahal itu keliru.

Yang terjadi sebenarnya adalah rambatan gelombang dari pusat gempa di Rusia. Ibarat melempar batu ke kolam, riak air akan menyebar hingga ke pinggir kolam. Begitu juga dengan tsunami—dampaknya bisa menempuh ribuan kilometer, namun melemah seiring jarak.

Kondisi ini wajar terjadi di pulau-pulau terluar seperti Marore, Miangas, Nanusa, Lirung, dan Beo. Karena berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik, mereka memang lebih sensitif terhadap perubahan gelombang laut dari kejadian di belahan bumi lain.

Tetap Waspada, Tapi Jangan Panik

Pemerintah daerah bersama pos-pos pengamatan di perbatasan terus memonitor situasi. Hingga saat ini, tidak ada peringatan bahaya tsunami lokal di wilayah Sulawesi Utara.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama jika berada di pesisir pantai, tapi tidak perlu menyebarkan kabar yang belum pasti.

Edukasi Jadi Kunci di Pulau Terluar

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa edukasi tentang tsunami sangat penting bagi warga di pulau-pulau terluar. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat tidak akan panik berlebihan ketika mendengar kabar gelombang jauh.

Pemda Sulawesi Utara bersama BMKG berencana memperkuat sosialisasi ke desa-desa pesisir. Harapannya, warga tidak hanya tahu cara menyelamatkan diri ketika ada ancaman tsunami lokal, tetapi juga paham fenomena gelombang jauh seperti yang terjadi saat ini.

Dengan demikian, Kepulauan Sangihe dan Talaud bisa lebih siap dan tangguh menghadapi berbagai potensi ancaman bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *