SiteSulut.com-Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah mengimbau warga yang ada di Bumi Porodisa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada tanggal 12 hingga 13 Januari 2026.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul analisis kondisi dinamika atmosfer yang menunjukkan potensi peningkatan curah hujan lebat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Sulawesi Utara, termasuk Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Bolmong Utara, Sitaro, Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Bupati Welly Titah meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.

Terutama bagi warga yang tinggal di daerah lereng gunung/bukit atau bantaran sungai untuk melakukan tindakan antisipasi sebagai berikut, hindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame, Waspada tanah longsor di daerah perbukitan dan lereng gunung dan siaga terhadap genangan air atau banjir di dataran rendah dan bantaran sungai,”jelasnya.

Bupati juga meminta masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca resmi dari instansi yang berwenang dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat. Mari saling menjaga dan tetap siaga.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem ini didorong oleh beberapa fenomena, antara lain:
• ​Dominasi Angin Muson Barat.
• ​Pengaruh La Nina lemah.
• ​Suhu muka laut yang cenderung lebih hangat.
• ​Prediksi spasial Madden Julian Oscillation (MJO) yang berkontribusi dalam pembentukan awan hujan.
• ​Terdeteksinya Sirkulasi Siklonik di Samudera Pasifik utara Papua, yang memicu pertemuan dan belokan angin, mendukung potensi peningkatan curah hujan dan angin kencang.
• ​Didukung dengan kelembaban udara yang basah di setiap lapisan dan tingginya indeks labilitas atmosfer.

Kombinasi fenomena ini diprediksi akan mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang.

BMKG juga menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai tindakan antisipasi bencana hidrometeorologi, khususnya untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir.(vil)