SiteSulut.com-Gempa bumi dengan kekuatan 7,1 Magnitudo yang mengguncang wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (10/1/2026) sekira Pukul 21.58 WITA, dilaporkan telah menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur permukiman warga dan fasilitas kesehatan.

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Talaud yang berhasil dihimpun, sedikitnya puluhan unit rumah warga mengalami kerusakan dan dua unit bangunan fasilitas kesehatan juga dilaporkan rusak.

Puluhan pasien di RSUD Mala Melonguane saat dievakuasi akibat gempa.

Data Sementara Dampak Kerusakan di Tiap Kecamatan
​Berikut adalah rincian dampakk kerusakan sementara yang tercatat di lapangan hingga berita ini diturunkan, meliputi rumah warga dan fasilitas umum:
​1. Kecamatan Kaburan
​Tembok/dinding rumah warga dilaporkan mengalami kerobohan:
• ​Bapak Amal-Uada
• ​Keluarga Sansambera-Jhama
• ​Tamaheang-Tawoeda
• ​Loleng-Gunter
• ​Ibu Janda Dama Sansambera
​2. Kecamatan Damau
• ​fasilitas Kesehatan: Bangunan Sarana Pendukung UPTD Puskesmas Damau mengalami retak pada sebagian dinding.
• ​Rumah Warga: Keluarga Bawoleng-Prok, sebagian dinding dapur roboh.
​3. Kecamatan Melonguane
• ​Fasilitas Kesehatan: RSUD Kabupaten Talaud mengalami kerusakan termasuk tiang bangunan, lantai tehel pecah, dinding retak, plafon jatuh, serta profil tank (tandon air) ambruk dan pecah.
• ​Rumah Warga: Keluarga Matagang-Sono, dinding dapur roboh.
​4. Kecamatan Salibabu
​Dinding rumah warga dilaporkan mengalami keretakan dan kerobohan:
• ​Rumah Bapak Samin Amin
• ​Rumah Bapak Hein Takaliuang
• ​Rumah Keluarga Soetrisno – Maariwuth
• ​Keluarga Salu – Gumolung
• ​Keluarga Alinan -Palamba
​5. Kecamatan Moronge
​Berdasarkan laporan para Kepala Desa (Kades), beberapa bangunan/rumah mengalami kerusakan ringan:
• ​Desa Moronge: Pagar samping gedung ibadah Germita Petra Moronge roboh.
• ​Desa Moronge II: Pagar rumah Kel. Matei-Totaeng roboh.
• ​Desa Moronge Selatan: Gedung Ibadah Germita Jemaat Nazareth mengalami retak di beberapa bagian dan kaca jendela pecah.
• ​Desa Moronge Selatan I:
• ​Bangunan Dapur Umum MBG di SMP Negeri Moronge (sedang dalam pengerjaan) roboh pada tela/bata yang baru disusun.
• ​Rumah Keluarga Papia-Nusa, dinding bagian dapur roboh.

Camat Moronge, Geraldus Maanema, menambahkan bahwa beberapa warga desa Moronge Selatan juga melaporkan kerusakan perabotan rumah yang terjatuh akibat goncangan gempa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau luka berat akibat bencana ini. Petugas di lapangan terus melakukan pendataan dan asesmen dampak kerusakan secara menyeluruh.

Kepala BPBD Talaud, Dachlan, yang mewakili Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

“Warga juga diminta untuk mengikuti instruksi dari pihak berwenang dan menjauhi bangunan yang sudah menunjukkan retakan atau kerusakan parah,” ujar Dachlan.

​Tim gabungan dari BPBD, Polres, Kodim, Camat, Kades, dan Lurah terus bergerak cepat untuk memperbarui data kerusakan, mendirikan posko pengungsian, dan menyalurkan logistik yang dibutuhkan.

“Posko tetap di BPBD, kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Data yang ada saat ini dikirim hanya data umum dan belum lengkap, mungkin kerusakan lebih parah pada masing-masing lokasi. Karena untuk memastikannya harus turun lapangan,” jelas Dachlan. (vil)