Kepala BPMP Sulut, Febry H.J Dien

SiteSulut.com-Kepala Balai Penjaminan Mutu dan Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara (Sulut), Febry H.J Dien akhirnya angkat bicara mengenai kasus perundungan yang terjadi di SMP Don Bosco Manado belum lama ini.

Menurutnya, di setiap satuan pendidikan, termasuk di SMP Don Bosco ada Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Sekolah (TPPKS) berdasarkan Permendikbudristek No.46 Tahun 2023.

“Tim ini bertugas untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan, melibatkan unsur pendidik, komite sekolah atau perwakilan orang tua, dan dapat ditambahkan perwakilan tenaga kependidikan,”ucapnya.

Febry menyatakan keprihatinan yang  mendalam atas insiden yang terjadi di SMP Don Bosco Manado.

“Saya berharap agar sebelum dikeluarkan pernyataan secara resmi, pihak Sekolah melalui TPPKS mencari fakta yang sebenarnya mengenai kejadian ini dari semua pihak yang terkait. Dalam penanganan kejadian diupayakan keputusan solutif yang edukatif dan menyelesaikan masalah dari pada sekedar argumen antar pihak,”tegasnya.

Menurutnya, kejadian yang menimpa siswa tersebut menjadi  alarm keras bagi kita semua bahwa upaya pencegahan perundungan belum berjalan optimal.

“Kami juga mendesak Dinas Pendidikan setempat untuk segera mengevaluasi keberadaan dan efektivitas TPPKS di setiap sekolah. TPPKS harus berfungsi aktif, responsif, dan independen. Keberadaannya bukan sekadar formalitas, melainkan garda terdepan penanganan kasus,”jelasnya.

Ia juga meminta agar ada keterlibatan langsung antar sekolah dan orangtua.

“Disini saya tekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua serta mengajak orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak dan segera melaporkannya jika ditemukan indikasi perundungan, baik sebagai pelaku maupun korban,”jelasnya.

​BPMP juga mendorong semua sekolah menengah pertama untuk mengaktifkan kembali program-program preventif, seperti konseling dan pelatihan empati.

Selain itu, aspek pengawasan di area-area rentan, seperti toilet, kantin, dan sudut sepi sekolah, harus ditingkatkan.

“Perundungan adalah masalah bersama. Kami siap memberikan pendampingan teknis kepada sekolah untuk meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu yang meliputi aspek keamanan dan kenyamanan belajar,”pungkas Dien, seraya berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.(vil)