Antisipasi Keterlibatan Pelajar Dalam Tindak Kriminal, Kepsek SMAN 1 Manado: Peran Orang Tua Sangat Penting

Kepsek SMAN 1 Manado, Jemmy James Jermias, SPd

SiteSulut.com-Aksi tawuran dengan menggunakan senjata tajam (sajam) marak di Kota Manado.

Bahkan, baru-baru ini kasus pembunuhan yang menghilangkan nyawa orang lain sempat menghebohkan warga di Kota Pariwisata ini.

Apalagi keterlibatan anak muda dalam hal ini pelajar masih juga menghiasi dan mencoreng dunia pendidikan.

Upaya meminimalisasi adanya tindak kriminal oleh pelajar, menjadi perhatian serius dari Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Manado, Jemmy James Jermias, S.Pd.

Menurutnya, pendidikan dalam keluarga sangat penting sebagai lingkungan pertama dalam pembentukan perilaku.

“Orang tua harus berperan aktif dan terus memantau anak mereka terutama anak menginjak masa remaja ke pemuda, dimana pada masa ini mereka mudah terpengaruh oleh teman sekitarnya,”ujar Jermias saat diwawancarai, diruang kerjanya, Rabu (13/8/2025).

Dikatakannya, orang tua harus senantiasa menjaga hubungan komunikasi, harus ada edukasi dari keluarga karena dirumah punya banyak waktu bersama orang tua ini semua untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jangan alasan belajar, tapi ujungnya so di tempat Miras, bergaul hingga membuat gaduh masyarakat. Apalagi so pake narkoba ini butuh pengawasan dan peran penting orang tua untuk mencari tau keberadaan anaknya,”tuturnya.

Mantan Kepsek SMA Kristen Eben Heazer ini mengungkapkan kiat-kiat yang telah dilakukan oleh pihak SMAN 1 Manado dalam meminimalisir kriminalisme yang terjadi.

Dikatakannya, kami pihak sekolah selama ini telah memberikan imbauan secara masif di sekolah bahkan para pelajar-pelajar secara langsung.

“Tidak hanya itu, kami juga telah menyiapkan wadah alternatif untuk mengurangi angka kriminalitas pelajar, seperti melalui pendidikan karakter sampai ekstrakurikuler,”katanya.

Lanjutnya, ekstrakurikuler yang kembangkan di sekolah ini ada banyak seperti basket, volly, futsal,dance, choir maengket, sains, bahasa inggris, bahasa indonesia dan masih banyak lagi.

“Kami sudah memfasilitasinya siswa wajib harus ikut ekskul supaya waktu bisa di isi dengan kegiatan-kegiatan positif. Kalau sudah berada dirumah ikut kegiatan rohani di gereja agar tidak muda terpengaruh dengan hal-hal negatif,”imbuhnya.

Ia menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan untuk meminimalisir tindak kriminal adalah pemasangan baliho di setiap tangga sekolah dengan pesan kuat: “Stop tawuran anda bukan premanisme dan stop judi online.

“Kalau peran dari sekolah itu sudah kami berikan dengan ketulusan hati bahkan para siswa kami lakukan seperti anak kami sendiri. Tapi kuncinya disini peran aktif orang tua. Karena mungkin disekolah mereka taat tapi di rumah kadangkala siswa juga kedapatan Pukul 02.00 WITA masih keluyuran di jalan apakah masih tanggungjawab guru? Ini kan sudah bagian dari pengawasan orangtua. Jadi ini butuh kerjasama atau keterlibatan  torang samua seperti sekolah, keluarga, aparat dan pemerintah. Tapi yang terutama itu peran orang tua,”jelasnya.

Jermias menegaskan, jika kedepatan siswa melakukan pelanggaran yang tidak bisa di toleransi oleh pihak sekolah seperti miras, narkoba, tawuran, sajam dan berurusan dengan aparat penegak hukum, maka siswa tersebut akan dikembalikan ke orang tua.

“Jadi jika ada pelanggaran yang sudah tidak bisa ditoleransi kita kembalikan ke orang tua karena tidak bisa memenuhi aturan dari sekolah. Karena aturan kita disini sangat jelas sebelum masuk sekolah SMAN 1 Manado siswa sudah dibuat pernyataan salah satu isinya bahwa orang tua harus siap jika siswa ini terlibat tawuran dan membawa senjata tajam akan dikeluarkan dari sekolah,”tegasnya.(vil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *