712 Smartboard Sudah Tersebar di Sulut, BPMP Sulut Dorong Pelatihan Masif Penggunaan IFP

Foto: Febry H.J Dien

SiteSulut.com-Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara (Sulut) terus memantau penyaluran Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard di Sulut.

Berdasarkan data, total 712 unit IFP telah tersalurkan ke berbagai satuan pendidikan di Sulawesi Utara.



Berdasarkan data yang diperoleh sudah 712 unit IFP yang sudah tersebar di berbagai satuan pendidikan,”kata Kepala BPMP Sulut, Febry H.J Dien, saat diwawancarai media, Rabu (26/11/2025).

Diakuinya, untuk penyebaran terbanyak di data kami ada di Kota Manado ada sejumlah 145 unit, Kota Bitung 104 unit, Kota Tomohon 98 unit. Dan yang paling sedikit di bagian Kepulauan Talaud .

“Di daerah kepulauan menghadapi kendala karena faktor transportasi. Kabupaten Kepulauan Talaud menjadi wilayah dengan penyaluran paling sedikit, hanya terdata 3 unit saja,“ungkapnya.

Untuk menjawab semua kebutuhan, agar smartboard ini bisa digunakan secara maksimal, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen), meluncurkan sebuah program pelatihan fasilitator daerah (Fasda) yang masif.

“Inisiatif ini diambil untuk mengatasi tantangan terbesar di lapangan masih minimnya pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard yang telah disalurkan ke sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten/Kota di Sulut,”tegasnya.

Lanjut Febry, program percepatan pelatihan ini digagas setelah BPMP Sulut menemukan banyak satuan pendidikan yang tidak tau menggunakan IFP secara maksimal, meskipun peralatan tersebut merupakan bagian dari program digitalisasi pembelajaran nasional.

“Caranya saat ini kami dari Kementerian melakukan program percepatan pelatihan terhadap penggunaan IFP atau smartboard tersebut. Karena akan sangat tidak berguna jika sudah ada IFP di sekolah tetapi tidak  dimanfaatkan.”ucapnya.

Ia mengungkapan, meskipun distribusi terus berjalan, tantangan terbesar kini bergeser ke ranah sumber daya manusia. Masih banyak tenaga pendidik yang belum dapat memanfaatkan IFP secara optimal.

“Tantangan ini yang harus kita selesaikan. Kami memperkirakan, dengan target penyaluran terhadap 4.000 an sekolah di Sulawesi Utara, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang sangat banyak untuk melakukan pendampingan dan pelatihan secara masif,”jelasnya.

​febry mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan SDM tersebut, BPMP Sulut membuat terobosan dengan menggagas “Pelatihan Fasilitator Daerah Pengguna IFP di Sulut.” Program ini membuka kesempatan luas bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi, tak terbatas pada guru dan tenaga pendidik.

“Kami juga buka kesempatan bagi semua Fasda  tidak hanya guru, tenaga pendidik, tetapi juga beberapa pejabat di lingkungan dinas pendidikan atau dari swasta dan pihak lainnya yang ingin berpartisipasi dalam pelatihan secara masif,” jelasnya.

Febry berharap, pelatihan Fasda ini diharapkan dapat menciptakan agen-agen perubahan yang mampu menyebarkan pengetahuan penggunaan IFP secara efektif, memastikan investasi pemerintah dalam teknologi pendidikan.

“Kami berharap, Fasda ini dapat melahirkan fasilitator-fasilitator yang akan mendiseminasikan penggunaan IFP secara lebih luas dan cepat ke seluruh satuan pendidikan,”imbuhnya.(vil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *