SiteSulut.com- Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2026 resmi dimulai pada Jumat (07/08).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, di Papanuhung Santiago, Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe.

​Dalam sambutannya, Tendris menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia, tim pelatih, pembina, pihak sekolah, hingga orang tua yang telah mendampingi para peserta sejak proses seleksi awal.

Ia menegaskan bahwa terpilihnya para calon Paskibraka merupakan hasil dari prestasi, disiplin tinggi, serta doa berbagai pihak.

“Keberhasilan hari ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari sebuah proses pembentukan karakter sebagai generasi muda yang berintegritas, berjiwa nasionalis, memiliki semangat kepemimpinan, serta siap mengabdi kepada bangsa dan daerah,” ujar Tendris.

​Putra daerah asal Pulau Mahangetang itu meminta seluruh peserta menjalani masa pemusatan dengan sungguh-sungguh. Pria yang akrab disapa Ungke Tendris ini mengimbau para calon pengibar bendera untuk menghormati pelatih dan menjaga stamina selama karantina.

​”Pasti ada tantangan selama pelatihan, jadikan itu sebagai kesempatan untuk membentuk pribadi yang lebih baik. Hormatilah para pelatih dan pembina, patuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan, serta jagalah kesehatan dan kekompakan,” tegasnya.


​Terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Golfried Pella, menjelaskan bahwa diklat berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak 7 hingga 18 Agustus 2026.

​Sebanyak 30 calon Paskibraka yang terdiri dari 15 putra dan 15 putri dipusatkan untuk mengemban tugas pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di luar jumlah tersebut, terdapat empat peserta terbaik yang diutus mengikuti seleksi tingkat Provinsi Sulawesi Utara.

“Selama masa pemusatan, seluruh peserta menjalani karantina di Hotel Bintang Utara Tahuna. Sementara untuk latihan lapangan dilaksanakan di Lapangan Gelora Santiago Tahuna,” jelas Golfried.

​Golfried menambahkan, materi pelatihan tidak hanya mencakup teknis pengibaran dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), tetapi juga pembekalan wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, kedisiplinan, dan kepemimpinan.

Setelah melalui rangkaian latihan fisik dan mental, 30 peserta tersebut dijadwalkan menjalani prosesi pengukuhan pada 15 Agustus 2026. Mereka akan bertugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih pada upacara puncak 17 Agustus 2026 mendatang.(vil/*)